Friday, November 7, 2008

Menanam Hatiku Yang Luka - Sebuah Puisi

Menanam Hatiku Yang Luka

Aku masuk ke dalam rumahku
Ku buka baju
Seluar dan seluar dalam
Tanpa malu

Begku aku hanya campak
Ke atas sofa
Atas suratkhabar yang makin berlambak

Telanjang, aku menghadapnya
Tandas yang kecil
Lima kali lima

Aku duduk atas takhta porselain
Macam pelacur yang
Baru belajar main

Dan aku 'pasrah'
Aku berserah
Sambil ususku memerah.

Pasrah beberapa lama
Bungkusan keluar jua

Lamaaaaaaa.....

Ah, legaaaaaa...

Aku flush, aku basuh sampai suci
Sampai wangi
Dan kemudian aku flush lagi.

Lega rasanya,
Menanam hatiku yang luka